Sabtu, Oktober 26, 2013

Damai




 Tiba-tiba menemukan senandung new seo heart - damai.

Mengerti atau tidak saya sedang perih, perih ini seperti pegulangan, hanya saja lupa bagaimana mengamati setiap episode kehidupan –yang- dimana mendadak berubah. Sekejap.

Berapa kali sudah saya katakan, banyak yang berubah dalam sekejap.

Menjadi putri, menjadi istri lalu kemudian menjadi seorang bunda. Tapi saya tetap wanita. Wanita dengan perasaan yang peka. Saya kadang menyebutnya ‘lebay’, sebab kepekaan itu seolah-olah hanya milik saya. Namun perlahan, saya menyadari, itu milik semua wanita. Hanya, saya yang terlalu kerdil.

Kalau begitu saya mintaa maaf,

Pada siapa?

Pada perasaan ini. Perasaan yang sakit karena egoisme seorang diri.

Namun, petualangan lah yang membantu saya, beserta ilmuNya.

Senin, September 23, 2013

Quotes of the days


Akhirnya aku menemukanmu lagi bersama tinta yang bening di lautan hikmah, berbaris kata-kata terukir basmalah, hamdalah dan tasbih atas setiamu mengiringiku. Aku yang lelah, memintamu duduk, menatapku dan mendengarkanku. Engkau yang indah, yang berdada lapang dan berlembar-lembar wajah berwarnamu yang memancing rinduku. Setelah padaNya, aku berlari padamu. Atau sembari berkeluh padamu, aku sedang bicara padaNya. Kau akan menjadi sahabatku.. meski dipagi yang gigil, siang yang terik, senja temaram, ataupun di malam suram. Kau akan menjadi sahabatku..menjelajah hari-hariku, mendengarkan cerita2 ku.. dalam balutan tawa, canda, ataupun duka hatiku..
 
BLC

Selasa, Juli 16, 2013

Amateur Writing Stories part 1


Jadi  penulis cerita itu punya banyak pengaruh gak sih? Seberapa besar? Besar gak kontribusinya untuk urusan dakwah? Kalau jadi da’I jelas ada. farmasis, dokter, guru, kontribusinya juga besar.

Oh lala….
Gak pernah ada yang ngelarang  saya jadi penulis, tentu saja gak pernah. Tapi nyentil-nyentil dikit, seriiinnng banget. #hemz

“ Zi… bantuin mba dagang dong. Lumayan, buat kamu belajar bisnis. Kan udah nikah…”
“Emm…,” entah kenapa aku cuma bisa bilang gitu lama banget.
“ Kenapa?”
“Nggak tau mba, perasaan saya ini gak pinter jualan, hehe…” Tahu kan! Pake ketawa hehe itu supaya mbanya ngerti kalau saya bercanda.
“Jadi apa dong pinternya? Berimajinasi yaaa?”

Wew… pilihan kalimatnya nyentil kan? Imajinasi… seolah-olah apa yang kamu tulis itu gak pernah nyata. Itu boongan semua…

Satu lagi kisah disentil masalah begini…
Waktu itu masih SMA…,
Massih di asrama. Asrama saya lumayan padat penduduknya. Segalanya gak bisa dilakukan secara diam-diam secara sempurna. Termasuk ketika saya mencari ide. Saya suka sekali mencari ide ketika sedang tidak fokus sama sekali di kelas, atau justru saat sangat focus menjelang tidur.

“Dek Fafa…,” panggil kakak kelas saya waktu itu.
“Ya mba…,”
“Saya takut kalau liat dek fafa mau tidur,”
“Lho kenapa?” tanya saya heran. Penasaran serta ikut ketakutan (takut sama jawabannya, ‘jangan-jangan saya kayak hantu kalau mau tidur)
“Dek fafa pasti melamun, gerakin tangan ke atas, ke bawah, ke samping, mulutnya komat-kamit…”

Haaaa??? Weleh-weleh… polos sekali mbak ku satu ini. Padahal aku sedang mencari sentuhan ide untuk cerita-ceritaku. Atau itu memang artinya saya melamun #hiks_parah_dong_kebiasaanku.

Satu lagi deh cerita… (satu-satu melulu nihhh)

Waktu itu saya lagi suntuk banget nih…suami baru saya ( Ciee ) lagi telponan sama sanak saudaranya yang lagi nan jauh di Lampung…
…ditengah perbincangan mereka saya tersentil.

“ istri kamu kerja nduk?”
“Nggak mba, masih kuliah. Kuliah nya gak rampung-rampung. Padahal udah mahasiswa semester atas…,” sindir suami saya , sambil ngelirik-ngelirik ke saya yang tampang pasang cuek alias ‘awas kamu nanti’
“Ooohh.. ya gak papa. Rencananya nanti mau kerja apa?”
“Harusnya siiihhh… ya jadi apoteker. Tapi bocahnya bilang mau jadi penulis aja mba, gak mau sibuk,” kali ini suami saya ngelirik sambil cengengesan. “Ceritanya mba, dia pernah jadi penulis waktu kecil. Menang lomba, bukunya diterbitkan, trus ngerasa banyak fansnya deh… habis itu sekali nerbitkan buku, berhenti deh. Lha yang ditulis cerita-cerita khayalan. Dongeng-dongen gitu mba…,”

Preettt… tak ayal cubitan melayang untuknya.

Itu sentilan-sentilan kecil. Belum lagi orang tua, haduh-haduh… geleng-geleng kepala aja saya.

“cita-cita kamu jadi apa?”
“jadi penulis...,”
“kalau gitu ngapain kuliah di farmasi?”

Euhhhh… mau tahu aja! Gondok yee

Itulah kenapa pertanyaan diatas saya utarakan, curhatan selanjutnya baru saya kasih tahu kenapa saya galau gini…

Jadi  penulis cerita itu punya banyak pengaruh gak sih? Seberapa besar? Besar gak kontribusinya untuk urusan dakwah? Kalau jadi da’I jelas ada. farmasis, dokter, guru, kontribusinya juga besar.
Jawabannya paling gak pasnya adalah
Jadi penulis itu melegakan, plong!

Jumat, Juni 28, 2013

Siapa pun insan Tuhan Pasti tahu cinta kita sejati


Film habibie dan Ainun merupakan film terpopuler di akhir tahun 2012. Mereka bilang kisahnya romantis. Beberapa teman saya menontonnya berulang kali, mengisahkannya sampai mengebu-ebu, membengkakkan mata mereka sendiri dengan menangis terus. Tapi bahkan saat itu, masih tidak tersentuh dengan keharuan film tersebut. Kalian mengerti betapa  tidak pekanya saya kan. Tapi kemudian saya mencoba lagi…
Habibie & Ainun saling mengenal sejak usia remaja, berpisah di usia 72 tahun, karena yang satu pergi, dipanggil yang lebih menyayanginya. Ketika Ibu Ainun jatuh sakit, bertahun2 Pak Habibie merawatnya--meskipun dengan kondisi Ainun tidak lagi mengenali Habibie. Lantas apa jawaban Habibie saat ditanya kenapa dia masih terus merawatnya? "Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya mengenalnya sebagai istri yang saya cintai"; Itu cinta selama 48 tahun, 10 hari, dan boleh jadi kelak di akherat, tidak terhitung lagi lamanya.
(repost Darwis Tere Liye)
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita

Film ini tayang dan mulai menggegerkan pada tahun 2012. Waktu itu saya menonton di bioskop bersama teman-teman dengan susah payah. Waktu itu pula, saya memaksa ingin lebih menonton film ‘5 cm’ yang tayang pada waktu bersamaan dengan film ini. Saya lebih suka tema persahabatan dalam setiap inspirasi saya.  And the last, saya menyerah karena pilihan terbanyak adalah ingin menyaksikan film ini.

HABIBIE & AINUN menceritakan perjalanan hidup bapak Habibie dan ibu Ainun. Menjalani keluarga baru yang banyak kesulitan, adaptasi antar personal, ekonomi yg belum mapan, tinggal di negeri orang lagi. Menonton film ini seperti menyaksikan betul Pak Habibie dan Bu Ainun walaupun yang di depan mata Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari. Film ini juga menjadi bentuk klarifikasi Pak Habibie tentang kebijakan2 politiknya selama menjabat jadi presiden dulu. Pak Habibie yang seorang ilmuwan seolah 'dipaksa' menjadi politisi dalam sistem pemerintahan yang 'bobrok'. Pelajaran kecil lainnya kegagalan organisasi apapun bukan karena orangnya, tapi bisa jadi 'the right man in the wrong place', seperti kisahnya pak habibie ini. Dalam film ini memperlihatkan beliau cuma punya cita2 satu, berdedikasi untuk tanah air dengan menciptakan teknologi yang mutakhir. Salah satunya membuat pesawat yang aman dan murah untuk menghubungkan 17.000 pulau di tanah air.


Nah, saya mengingat bagaimana populernya film ini sampai membuat semua penonton di bioskop terkesima, pulang dengan mata bengkak, menangis dan sesenggukan. Perbincangan di kampus, media sosial, lingkungan sekitar tak habis-habisnya memuji betapa romantisnya mereka berdua. Bahkan orang tua saya pun begitu. Teman-teman bahkan sampai rela menonton ulang, dan menangis lagi.

Tapi tidak saya..
Waktu itu saya tidak menangis. Saya merasa, (saat itu) tidak punya alasan untuk menangis. Kisah romantis ini banyak yang punya. Terlalu biasa bagi saya. Bahkan saya memilih memposting cinta, dan membuat cerita Rosulullah dan Khadijah lebih romantis (ini benar, tentu saja! Tapi diposting saat film habibi ainun sedang mengharu biru, ternyata rasanya aneh).
Saya mulai merasa ada yang tidak beres dengan perasaan saya kala itu. Karena saya sulit sekali tersentuh dengan hal-hal yang mengharukan. Sejak dulu. Sejak dulu dan sejak dulu. Saya menyadarinya.

Tapi semua semacam berputar saat saya menikah bulan lalu. Saya menyadari film ini ternyata benar-benar indah. Setiap kisahnya benar-benar memukau. Saya seperti baru terperangah. Soundtrack film ini lebih-lebih lagi, membuat saya bisa mewek dan tak habis-habisnya. Sekarang saya yang lebay…

Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku

Saya suka setiap moment yang terkisahkan dalam film ini. Ketika cinta pertama kali hadir diantara keduanya. Begitu cepat, tapi nyata. Saat mereka memiliki waktu berdua, dan dunia memang milik mereka berdua. Dan memang, dunia benar-benar milik berdua saat kita ditengah hamparan cinta. Tak peduli kita berdua saat itu dimana, di sawah, di pegunungan, di rumah sendiri, di atas motor atau bahkan di tengah keramaian.

Saya terlebih senang melihat kebahagiaan kedua insan ini menunggu, melihat, menghadapi, dan menjalani kehidupan sebagai orang tua. Penantian itu juga sedang saya rasakan kali ini. Harunya memang menyeruak. Ini seperti berita yang saya ingin seluruh dunia tahu, bahwa kami sedang bahagia. Haha..

Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku

Untuk segala permasalahan milik rumah tangga mereka juga memang menyentuh. Saya suka sekali ketika ainun marah karena habibi tidak mau mengatur baik agenda hariannya. Mengunci kamar sangking kesalnya. Itu pernah saya rasakan. Dulu saya tak mengerti. Tapi kini bahkan, untuk adegan semacam itu saya bisa menangis. Saya mengerti sekali bagaimana marahnya Ainun saat itu. Marah karena takut suatu saat suaminya sakit.

Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesucian cinta

Ternyata cinta sejati ada. Itu penilaian saya. Saya tentu merasa beruntung. Merasa sangat beruntung malah. Berharap semua orang juga akan merasakannya. menikah diusia muda, mendapat dukungan dari semua orang, kebahagiaan ini tentu bukan tanpa kerikil. Apalagi kami masih labil. Tapi komitmen ternyata memenuhi semuanya. Ya, cinta sejati itu ada. Coba saja…

Mengutip kata-katanya Pak Habibie, "Kita sedang berada di gerbong yang sedang melewati terowongan, gelap, bahkan kita tidak tahu kemana kita menuju, kapan kita akan sampai. Tapi kita harus yakin, gerbong ini akan menuju cahaya, dan aku janji akan membawamu ke cahaya itu.."

Dan untuk adegan ainun sakit sampai ia meninggal tak usah ditanya bagaimana sedihnya saat itu.

Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati

Minggu, Juni 16, 2013

6 Pantangan mama hamil



Makanan terlarang bagi ibu hamil
Anda sedang hamil? Siap-siap mencoret beberapa makanan atau minuman dalam menu sehari-hari ya... Bagi Anda yang gemar bertualang dalam dunia cita rasa, kehamilan mungkin terasa bagai sebuah ‘ganjalan’. Pasalnya, demi menjaga kesehatan si kecil, Anda ‘kebanjiran’ petuah seputar apa yang boleh dikonsumsi dan apa yang harus benar-benar dipantang. Berikut jenis-jenis makanan yang perlu dikenai ‘lampu kuning’, atau bahkan ‘lampu merah’. Selebihnya? Anda bebas mengombinasikan berbagai bahan pangan, asal tetap bergizi seimbang.

Lampu merah: Makanan mentah atau setengah matang

Penyebab: Bahan pangan mentah atau setengah matang mungkin saja tercemar kuman penyakit, sehingga menimbulkan infeksi. Misalnya, bakteri Listeria (mengakibatkan keguguran atau janin meninggal dalam kandungan), bakteri Salmonella (memicu keguguran), parasit Toksoplasma (janin berkondisi abnormal), serta bakteri E. coli (merusak usus dan ginjal).
Boleh dikonsumsi? Boleh saja, asal daging sapi (termasuk daging olahan seperti sosis atau burger),
unggas, serta ikan dimasak hingga benar-benar matang. Anda tetap bisa makan sushi, namun pilih sushi vegetarian atau yang dagingnya dimasak matang. Untuk memastikan daging olahan benar-benar matang, gunakan termometer khusus untuk daging.
Hindari: Bahan pangan apapun yang tidak diproses hingga matang, seperti telur mentah, daging setengah matang, kerang mentah, sashimi, sushi mentah, dan lain-lain. Juga, hindari makanan olahan dari telur mentah, seperti dressing untuk salad dan mayonnaise segar.

Lampu kuning: Seafood
Penyebab: Protein, zat besi, serta asam lemak omega-3 dalam makanan laut memang bisa membantu meningkatkan pertumbuhan otak bayi. Malah, menurut penelitian yang dilakukan di Inggris, kekurangan konsumsi makanan laut selama masa kehamilan bisa mengakibatkan lemahnya kemampuan verbal, gangguan perilaku, serta masalah tumbuh kembang lain pada anak. Namun, Anda tetap mesti berhati-hati, karena beberapa jenis makanan laut mengandung logam merkuri yang berkadar tinggi, sehingga bisa menghambat pertumbuhan sistem saraf janin.
Boleh dikonsumsi? Anda masih boleh menyantap salmon (kalau bisa, pilih ikan salmon yang segar dan tidak diternakkan), udang, teri, dan kakap maksimal 340 g per minggu. Batasi konsumsi ikan tuna hingga tidak lebih dari 170 g seminggu.
Hindari: Ikan hiu, sushi mentah, seafood yang diasapkan, serta jenis ikan apapun yang berasal dari air laut atau sungai yang telah terpolusi. Catatan: Semakin besar ukuran serta tua usia ikan, semakin tinggi pula kadar polusi dalam tubuhnya.

Kafein dan teh herbal
Penyebab: Kafein bisa ’menembus’ plasenta, sehingga akan memengaruhi detak jantung serta sistem pernapasan janin. Bahkan, beberapa studi menyebutkan, minum kopi secara berlebihan erat kaitannya dengan rendahnya berat badan lahir bayi dan meningkatkan risiko mengalami keguguran dan janin meninggal saat lahir.
Boleh dikonsumsi? Selama hamil, Anda boleh mengonsumsi kafein hingga tidak lebih dari 300 mg per hari (kira-kira sebanyak 2-3 cangkir kopi). Meski jumlah tersebut termasuk aman, ini bukan berarti kafein yang Anda konsumsi tidak akan menimbulkan risiko apapun. Sebagai perbandingan: 240 ml kopi mengandung 150 mg kafein, 350 ml minuman bersoda mengandung 35-50 mg kafein, serta 240 ml teh hitam mengandung 40 mg kafein. Minuman lain yang termasuk aman bagi Anda adalah teh celup tanpa kafein yang diberi perasa tambahan, seperti sitrus, jahe, dan peppermint.
Hindari: Teh herbal yang diramu dengan daun raspberry atau rosemary, sebab bisa memicu terjadinya kontraksi. Sayangnya, tidak semua kemasan teh mencantumkan secara mendetail bahan-bahan herbal yang digunakan sebagai campuran. Dan meski pada label kemasan tertulis diperuntukkan bagi wanita hamil, sebaiknya Anda berkonsultasi dulu pada dokter.

Keju dan produk susu lainnya
Penyebab: Produk dari susu mentah atau belum dipasteurisasi (dipanaskan sampai suhu 60°C selama 30 menit untuk membunuh bakteri) bisa mengandung sejumlah kuman, yaitu Listeria, Salmonella, E. coli, dan lain-lain, yang menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui makanan.
Boleh dikonsumsi? Boleh. Di antaranya adalah susu dan yogurt yang telah melalui proses pasteurisasi, serta keju keras.
Hindari: Susu mentah, serta keju lunak seperti keju Brie, Camembert, Feta, Blue Cheese, dan Roquefort (kecuali pada label tertera dibuat dari susu yang telah dipasteurisasi).

Pemanis buatan
Penyebab: Meski efek samping bahan pemanis tambahan terhadap tumbuh kembang janin masih belum diketahui secara pasti, sejumlah pakar melarang wanita hamil mengonsumsi pemanis buatan.
Boleh dikonsumsi? Dalam batas wajar, sakarin, aspartam, serta splenda masih boleh dikonsumsi.
Hindari: Minuman yang tinggi gula. Lebih baik Anda banyak-banyak minum air putih atau jus buah segar.

Sabtu, Mei 25, 2013

Marah pertamaku padamu


Bukan!  Bukan marah pertama, tepatnya ‘ngambek’ pertama.
Tanggal berapa ini? 25 Mei? Tepat 2 second week milik kita, dan aku sudah ngembek, berwajah masam padamu. Aku ingat ucapanmu beberapa hari lalu..

“laki-laki itu egois de…,” katamu sambil menggoda.

Hmm.. jadi ini maksudnya. Aku ingin bukti sekaligus ingin jawaban. 

Seharian ini aku lelah, tapi aku tahu kamu lebih lelah, dan itulah yang membuatku menangis.
Aku sudah bangun pagi-pagi dan menyiapkan sarapan untukmu. Bahkan ketika kamu bilang tidak suka ikan sa*den, aku hanya masak sedikit, sebab keluargaku suka. Aku masakkan masakan lain untuk kamu. Semua beres sebelum kamu pulang dari masjid ba’da sholat subuh. Setelahnya sholat, kegiatan biasa mu pun terjadi. Fokus di laptop.

Aku menyajikan roti bakar dan seteko dan segelas susu -ini juga seperti biasa- untuk menemani ke-fokus-an mu. Setelahnya lagi, ketika mau berangkat kerja, kamu bilang “kenyang de…kakak gak biasa sarapan pagi-pagi,”

Dan aku paham, meski aku kesal. Sarapan itu penting buat kamu sayang

Nah, ini masalah sepele. Sepele sekali kan?
Memang inilah yang membuat aku marah,- dan menangis-
Karena kamu gak mau sarapan!

Jam 9 teng! Kamu bilang “lapar de…”

Aku balas senyum, sebab hari ini aku dikantor tempatmu bekerja, mengikuti kerjamu, mengawasi kamu. Senyum pelan, tapi sungguh, aku panik. Bagaimanapun aku panik, suamiku lapar, tapi aku cuma bisa senyum (Gak bisa masak, karena gak dirumah).

Siang pulang kerja, aku kelaparan sekali karena menunggu kerjaan kamu selesai. Tapi aku tahu, kamu lebih lapar.

Tapi sayang, makan kamu sedikit sekali siang ini. Kamu bilang, perut kamu sakit, karena menahan lapar. Sampai disini, aku depresi. Benarkan? Aku istri yang lebay..bay..bay.
Tapi aku gak suka lihat kamu lapar, lantas sakit, karena gak makan. I didn’t like this, beb
Pure, aku bingung. Setelah jam 3. Aku inisiatif

“Kak, adek buatin mie ya,”

“Mau dong..,” balasmu.

“Kakak mau dibuatin mie apa?”

“Terserah aja! Apapun itu,” jawabmu lagi cuek. Siap-siap mandi dan sholat. Pulang sholat, semua sudah beres.

“Kak, makan ya, “

“kenyang de..,”
Blesh! Itu lagi kannnn?

“Kakak mau saya suapin? Saya bawain keatas ya?”

Bahkan masakan yang saya buat sangat spesial. Saya buat super duper banyak. Ketika adik kecil saya minta, saya bilang, “nanti yaa…,” sebab saya kepikiran kamu.

Kamu benar-benar cuma menggeleng.

Itulah, pertama saya ngambek. Pengen nangiss, karena saya pengen kamu gak egois.
Tapi, saya suka!
Suka sekali cara kamu merayu. Tahan selama itu saya marah, dan tahan selama itulah kamu merayu saya.
Menyentuh tangan saya, padahal saat itu ibu lewat. Lalu menyentuh pipi saya, memeluk saya, mengucapkan “I love U” berulang-ulang, bahkan membacakan puisi  manis buatan kamu, yang justru membuat saya kesal.

“de, jangan marah lagi…”

Dan sampai malam larut begini, saya betah ngambek…

“de, temani saya makan…,”

Lalu kamu akting makan lahap-lahap, sebelum akhirnya om datang dan saya harus pergi meninggalkan kamu makan sendiri. Saya suka, sukaaa sekaali marahan pertama kita ini.

“de, kita baru dua minggu. Dan adek sudah marah begini?”

Hmm… sayang, berhenti bercanda.  Saya sungguhan marahnya.

Semoga ya.. semoga kamu baca catatan ini.
Saya punya kok alasan untuk kesal lagi.
Ini malam minggu, dan kamu ninggalin saya untuk belajar dan diskusi dengan teman-teman kamu itu di masjid. Saya mau ngambek ^^
dan cinta kamu bertambah…hahay
 

Copyright © 2008 Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez | Blog Templates created by Web Hosting Men