Kamis, November 15, 2012

Bahaya Mengintai Di Balik Chips Kentang


Kalau kemarin sudah bahas cokelat, ini ada camilan kedua yang selalu nemenin aku di kamar. Kenapa di kamar? Karena kalau di luar kamar malas bagi-bagi (Hehe.. ketahuan pelitnya ya!).  makanan itu adalah potato chips. Ya, kalian tahu sendiri bumbu-bumbu dalam potato chips selalu membuat aku tergila-gila buat nambah. Apalagi kalau disampingnya masih ada minuman bersoda. Wuih..wuih…
Nah friends, pas aku baca-baca di blog annida aku nemu artikel ini nie. Aku baca terus aku tulis ulang biar masuk ke hati (preet!!). Meskipun hobi ngemilku gak parah-parah banget, tapi aku ngefans banget sama camilan satu ini. Sayangnya nih, potato chip itu ternyata…. (baca aja deh)

Dikutip dari LiveStrong, proses pengolahan, campuran bumbu dan bahan pengawet justru menjadikan kentang tak lagi menyehatkan. Dikutip dari LiveStrong, proses pengolahan, campuran bumbu dan bahan pengawet justru menjadikan kentang tak lagi menyehatkan. Berikut beberapa risiko kesehatan yang justru didapat akibat mengonsumsi keripik kentang. 

1. Tinggi Kalori

Para produsen kripik kentang membuat produknya dengan cara deep fry di dalam minyak. Deep fry itu apa ya?
Jadi, deep fry itu mesin penggoreng kentang yaitu kompor dengan sistem celup.Minyak itulah yang 'memasukan' kalori serta lemak--yang berisiko meningkatkan berat badan--ke dalam produk kentang tersebut.  Setiap satu gram lemak memasok 9 kalori, hal itu dua kali lebih banyak dari kalori dalam karbohidrat atau protein yang hanya berjumlah 4 kalori setiap gramnya. Kalori tinggi dapat meningkatkan risiko terhadap obesitas dan resistensi insulin, kondisi di mana sel tidak merespon insulin.

2. Diabetes Tipe 2
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Department of Nutrition and Epidemiology Harvard Medical School dan rumah sakit wanita di Boston mengungkapkan bahwa mengonsumsi kentang goreng berkaitan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2 pada wanita.  Penelitian yang dipublikasikan pada Journal The American of Clinical Nutrition ini juga menunjukkan bahwa risiko tersebut akan lebih parah jika terjadi pada wanita pengidap obesitas.

 3. Penyakit Jantung
Beberapa produsen makanan sering menggunakan lemak trans untuk mengolah makanannya, termasuk keripik kentang. Mengonsumsi lemak trans bisa menghambat aliran darah beroksigen ke jantung, dan ini meningkatkan risiko serangan jantung dan kematian.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa sering mengonsumsi lemak trans dapat memberikan risiko yang signifikan kepada penderita jantung koroner. The American Heart Association mengatakan bahwa asupan lemak trans yang tepat adalah kurang 1 persen dari total kalori harian.

4. Akrilamida
Akrilamida atau acrylamide adalah bahan kimia dalam keripik kentang yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker dan kerusakan saraf. Penelitian di Department of Food Engineering at the Mersin University di Ciftlikkoy, Turki menemukan bahwa tingkat akrilamida akan meningkat dan bersifat karsinogen ketika kentang digoreng dalam suhu 170 derajat celcius. 
Penelitian yang dilakukan para peneliti National Institute of Food and Nutrition di Warsaw, Polandia juga mengungkapkan, konsumsi akrilamida yang ada pada keripik kentang dapat menginduksi kondisi yang bisa meningkatkan risiko aterosklerosis, radang pada pembuluh darah.

Wah, serem ya friends. Untungnya sih aku jarang makan beginian ya sebulan sekali. Biasa, ini kan urusan dompet, sekaligus diet untuk menurunkan berat badan.. hehe



0 komentar :

Posting Komentar

 

Copyright © 2008 Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez | Blog Templates created by Web Hosting Men